Tempat Anda mencari info tentang kawasan Cipedak Jagakarsa, rumah, apartemen, tanah, bangunan/gedung atau gudang yang dijual atau disewakan di area Jabodetabek.
Kawasan Cipedak Jagakarsa adalah kelurahan di sisi barat daya Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, berbatasan langsung dengan Depok, dikenal sebagai area hunian berkepadatan rendah dengan akses Tol Desari dan harga tanah yang masih terjangkau.

Kawasan Cipedak Jagakarsa adalah satu dari enam kelurahan di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Posisinya di ujung selatan DKI Jakarta, berbatasan langsung dengan wilayah Depok, memberi kawasan ini karakter yang berbeda dari Jakarta Selatan bagian tengah: lebih lapang, lebih hijau, dan harga tanahnya masih jauh di bawah Kebayoran maupun Cilandak, sementara alamatnya tetap DKI Jakarta.
Panduan ini merangkum apa yang perlu diketahui sebelum Anda membeli rumah atau tanah di sini: batas wilayah, jalur akses, fasilitas terdekat, karakter huniannya, serta hal-hal yang sering luput diperiksa pembeli pertama kali.
Jarak dan gambaran kawasan di bawah bersifat umum. Untuk keputusan pembelian, selalu cek langsung ke lapangan dan ke instansi terkait.
Wilayah
Jakarta Selatan
Kode Pos
12630
Tol Terdekat
Desari (Brigif)
Karakter
Kepadatan Rendah
Jawaban Cepat
Wilayah administratif
Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, kode pos 12630.
Batas wilayah
Berbatasan dengan wilayah Depok di sisi selatan dan barat daya, serta Kelurahan Ciganjur dan Jagakarsa di sisi timur.
Akses utama
Jalan Timbul, Jalan Moh. Kahfi I dan II, serta Jalan Brigif Raya. Gerbang tol terdekat adalah Tol Desari di Brigif.
Karakter kawasan
Hunian berkepadatan rendah sampai sedang, masih banyak lahan kosong dan kebun, nyaris tanpa gedung bertingkat tinggi.
Cocok untuk
Keluarga yang mencari rumah lega di dalam DKI Jakarta, dan pembeli tanah yang berorientasi jangka panjang.
Kecamatan Jagakarsa terdiri dari enam kelurahan: Jagakarsa, Srengseng Sawah, Ciganjur, Lenteng Agung, Tanjung Barat, dan Cipedak. Di antara keenamnya, Cipedak berada paling barat sekaligus paling dekat ke perbatasan Depok. Letak di tepi provinsi inilah yang paling menentukan karakternya.
Pembangunan di sini datang belakangan dibanding Tanjung Barat atau Lenteng Agung, dua kelurahan tetangga yang lebih dulu ramai karena dilewati jalur KRL Bogor. Cipedak tidak dilewati rel, sehingga pertumbuhannya mengikuti jaringan jalan, bukan stasiun. Akibatnya sampai sekarang masih mudah menemukan bidang tanah luas, kebun produktif, dan jalan lingkungan yang teduh oleh pohon besar — pemandangan yang sudah jarang di Jakarta Selatan.

Jagakarsa sebagai wilayah resapan air
Jagakarsa secara umum dikenal sebagai salah satu wilayah resapan air bagi Jakarta. Konsekuensinya, intensitas bangunan di sebagian area dibatasi dan gedung bertingkat tinggi praktis tidak ada. Bagi pencari hunian, ini berarti lingkungan yang lebih lega dan sirkulasi udara yang lebih baik. Bagi pembeli tanah, ini berarti satu langkah tambahan yang tidak boleh dilewati: pastikan rencana pembangunan Anda sesuai ketentuan zonasi dan intensitas bangunan yang berlaku persis di titik lahan tersebut, bukan berdasarkan kabar dari tetangga sebelah.
Perlu dicatat juga bahwa kawasan ini tidak seragam. Bagian yang menempel ke jalan besar sudah cukup padat dan komersial, sementara bagian dalam masih sangat lapang. Dua bidang tanah yang jaraknya hanya beberapa ratus meter bisa punya karakter lingkungan dan nilai yang berbeda jauh.
Sisi terkuat kawasan ini ada pada akses tol. Gerbang Tol Desari di Brigif berjarak beberapa kilometer saja, dan dari sana Antasari, Blok M, sampai Sudirman bisa ditempuh tanpa menembus kemacetan jalan arteri. Bagi pekerja kantoran yang berangkat pagi, selisih waktunya terasa nyata dibanding rute lama lewat Lenteng Agung atau Pasar Minggu.
Untuk transportasi umum, kawasan ini tidak memiliki stasiun di dalam wilayahnya. Stasiun KRL terdekat adalah Universitas Pancasila dan Lenteng Agung, keduanya di jalur Bogor dan berada di sisi timur, dijangkau lewat Jalan Moh. Kahfi. Ke arah barat, Stasiun MRT Fatmawati dan Lebak Bulus terjangkau dengan berkendara. Artinya, penghuni tetap memerlukan kendaraan pribadi atau ojek daring untuk mencapai simpul transportasi massal.

Jalan Timbul sendiri adalah salah satu jalan tembus penting di kawasan ini, menghubungkan koridor Moh. Kahfi ke arah Brigif dan Sawangan. Jalan ini cukup lebar untuk dua arah kendaraan roda empat dan dilalui angkutan lingkungan, sehingga properti yang menghadap langsung ke sini punya nilai akses yang lebih baik dibanding properti di dalam gang.
Ke arah Depok, Jalan Margonda dan kampus Universitas Indonesia terjangkau dalam waktu singkat. Kedekatan ini sering diremehkan, padahal berarti penghuni punya dua pusat kegiatan sekaligus: Jakarta di utara dan Depok di selatan.
Pendidikan
Politeknik APP Jakarta berdiri di Jalan Timbul No. 34, kampus vokasi negeri di bawah Kementerian Perindustrian yang sudah beroperasi sejak 1958. Kehadiran kampus berarti aktivitas harian yang konsisten sepanjang tahun akademik, sekaligus permintaan hunian sewa yang berulang. Universitas Pancasila di Lenteng Agung dan Universitas Indonesia di Depok juga terjangkau.
Kesehatan
RSUD Jagakarsa di Jalan Moh. Kahfi I melayani warga kecamatan, dilengkapi puskesmas kelurahan dan sejumlah klinik swasta. Rumah sakit besar lain tersedia di koridor Fatmawati dan Depok.
Belanja
Kebutuhan harian dipenuhi pasar tradisional dan minimarket yang tersebar di sepanjang jalan utama. Untuk belanja besar atau hiburan, AEON Mall Tanjung Barat, Cilandak Town Square, dan pusat perbelanjaan di Margonda berada dalam jangkauan berkendara.
Rekreasi & Ibadah
Setu Babakan di Srengseng Sawah — Perkampungan Budaya Betawi — menjadi ruang terbuka favorit warga akhir pekan. Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri di Depok juga dekat dari sini. Kombinasi ini membuat Cipedak terasa seperti pinggiran yang tenang, tetapi tanpa kehilangan akses ke fasilitas kota.
Hunian di kawasan ini hampir seluruhnya rumah tapak: rumah warga yang sudah lama berdiri, cluster kecil berisi belasan unit, dan townhouse. Apartemen praktis tidak ada, sejalan dengan pembatasan intensitas bangunan yang berlaku di Jagakarsa. Bagi sebagian pembeli ini kekurangan, tetapi bagi keluarga yang mencari halaman dan ruang untuk anak, justru inilah alasan memilih Cipedak.
Soal harga, tanah di sini masih jauh di bawah Jakarta Selatan bagian tengah. Sebagai gambaran nyata dari pasar, satu bidang seluas 4.470 m² di pinggir Jalan Raya Timbul saat ini ditawarkan pada kisaran Rp 9 juta per meter persegi. Angka itu berlaku untuk lahan bermuka lebar yang langsung menghadap jalan raya; bidang di dalam gang dengan akses sempit berada pada level yang berbeda.
Pola yang perlu dipahami pembeli: di kawasan Cipedak Jagakarsa, selisih nilai antara lahan pinggir jalan raya dan lahan dalam gang jauh lebih lebar dibanding kawasan yang sudah padat merata. Lebar muka, lebar jalan di depan bidang, dan kemudahan masuk truk material adalah tiga faktor yang paling menentukan harga — sering kali lebih menentukan daripada luas totalnya.
Untuk rumah jadi, rentangnya sangat bergantung pada usia bangunan dan lokasi. Rumah lama di jalan lingkungan berbeda jauh dari rumah cluster baru di koridor utama. Membandingkan tanpa memperhitungkan dua hal itu akan menyesatkan.
| Faktor penentu harga | Pengaruhnya |
|---|---|
| Posisi terhadap jalan | Paling menentukan. Pinggir jalan raya bernilai jauh di atas lahan dalam gang. |
| Lebar muka | Menentukan keleluasaan menata akses masuk dan fasad. |
| Lebar jalan di depan bidang | Berpengaruh pada biaya konstruksi dan kenyamanan harian. |
| Bentuk bidang | Bidang beraturan lebih efisien dibanding bentuk menyudut. |
| Status legalitas | SHM bernilai di atas girik atau hak yang belum ditingkatkan. |
Kelebihan
Alamat tetap DKI Jakarta, dengan harga tanah yang jauh lebih ringan dibanding Jaksel bagian tengah. Akses Tol Desari memangkas waktu ke pusat kota. Lingkungannya hijau dan berkepadatan rendah, dengan udara yang terasa berbeda begitu masuk jalan lingkungan. Dan yang paling langka: masih tersedia bidang tanah luas dalam satu hamparan, sesuatu yang hampir mustahil ditemukan di Jakarta Selatan bagian dalam.
Kekurangan
Tidak ada stasiun KRL di dalam kelurahan, sehingga penghuni tetap bergantung pada kendaraan untuk mencapai transportasi massal. Sebagian jalan lingkungan sempit dan hanya muat satu mobil, yang berpengaruh pada kenyamanan harian maupun nilai jual kembali. Fasilitas komersial besar berada di luar kawasan. Dan pembangunan tunduk pada ketentuan zonasi yang membatasi intensitas — menguntungkan penghuni, tetapi membatasi ruang gerak pengembang.
Kesimpulannya, kawasan ini paling cocok bagi mereka yang memprioritaskan ruang, ketenangan, dan alamat Jakarta, serta tidak keberatan berkendara untuk mencapai simpul transportasi dan pusat belanja.
Kelurahan Cipedak berada di Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, dengan kode pos 12630.
Tidak. Kawasan ini masih wilayah DKI Jakarta, hanya berbatasan langsung dengan Depok di sisi selatan dan barat daya. Alamat resminya tetap Jakarta Selatan.
Universitas Pancasila dan Lenteng Agung, keduanya di jalur Bogor dan berada di sisi timur kawasan, dijangkau lewat Jalan Moh. Kahfi.
Praktis tidak ada. Hunian di sini didominasi rumah tapak, sejalan dengan pembatasan intensitas bangunan di Jagakarsa.
Kombinasi alamat DKI Jakarta, harga yang masih terjangkau, dan pasokan lahan luas yang terus menyusut membuat kawasan ini menarik untuk dipegang jangka panjang. Tetap lakukan pengecekan sertifikat, zonasi, dan batas bidang sebelum akad.
Posisi terhadap jalan. Lahan pinggir jalan raya bermuka lebar bernilai jauh di atas lahan dalam gang, meski luasnya sama.
Cari Properti di Jagakarsa?
MHA Property menangani listing rumah dan tanah di kawasan Jagakarsa dan sekitarnya. Sampaikan kebutuhan Anda — luas, budget, dan rencana penggunaannya — kami carikan yang paling mendekati.
Konsultasi via WhatsApp